Setelah kuliah, punya grade tinggi, apalagi lulusan universitas terkenal layaknya ITB, UI, UGM, dan STT Telkom. Abis itu mau kemana? Kepikir ngelanjutin untuk kuliah S2 di luar negeri, kalo udah gitu berarti biar gak nurunin gengsi kerjanya musti di luar negeri juga donk. Atau bekerja di perusahaan milik asing.
Sambil mikir-mikir merencanakan masa depan, abis ini mau ke mana. Browsing2 di internet cari lamaran kerja atau beasiswa. Tiba-tiba dari Winamp terdengar lagu “Rumah Kita“. Jadi sejenak terpaku menghayati syair baris demi baris lagu ini.
Lebih baik di sini, rumah kita sendiri
Langsung terbesit sedih, banyak juga teman-teman yang udah lulus (dengan kriteria di atas) bekerja di perusahaan asing, atau tak banyak yang bekerja di luar negeri. Bahkan dengan bangganya sambil menyebutkan banyaknya sallary yang diterima. Gak jarang juga dalam jumlah dollar.
Lalu ke mana potensi pemuda Indonesia dilarikan? Siapa yang akan mengisi pembangunan di negeri sendiri. Sudah banyak sektor di negeri ini dikuasai atau didominasi oleh perusahaan asing. Mulai dari telekomunikasi, emas di freeport, sampai beras aja impor.
Sembari menggugah nasionalisme ingat kembali baris di lagu tersebut
Hanya bilik bambu tempat tinggal kita, tanpa hiasan tanpa lukisan.
Beratap jerami beralaskan tanah.
Namun semua ini punya kita, Memang semua ini milik kita
Hanya alang-alang pagar rumah kita.
Tanpa anyelir, tanpa melati.
Hanya bunga bakung tumbuh di halaman, namun semua itu punya kita.
Memang semua itu milik kita.Lebih baik di sini, rumah kita sendiri.
Segala nikmat dan anugerah Yang Kuasa.
Semuanya ada di sini.
Rumah kita, ada di sini.
Trend lulus saat ini adalah bekerja paling tidak di kota besar. Lagi-lagi yang diincar macam Jakarta (yang sudah amat sesak), Bandung (yang mulai ikutan sesak juga), Surabaya, Medan dll. Tak pernah terpikirkan untuk membangun sesuatu di daerah (rada) pinggiran.
Bagaimana pembangunan akan merata, kalau lagi-lagi kota besar seperti Bandung dan Jakarta yang diincar. Bagaimana mau mewujudkan pembangunan yang merata, kalau kita sendiri enggan untuk membangun daerah di pinggiran.
Lari ke luar negeri untuk bekerja di sana alasan sebal dengan Indonesia? Anda pengecut.




halo den udah lulus yah….ueuo nya kok suka error dan lamban tenan ya tiap kali ku buka?
mangan ora mangan sing penting ngumpul, mangan ora mangan sing penting nge-blog hehehe. kalo di rumah kita ini ada kesempatan dan pekerjaan yg bisa memberikan kita kehidupan yg lebih baik yah we will stay?! karena jaman sekarang, orang lebih memilih “kumpul ora kumpul sing penting mangan”
yang pindah ke luar negri karena sebal dgn Indonesia? nyindir pegawai PT DI yak
gimana gak sebel kalo perut gak teratur nerima nasi, kalo dompet jarang dihuni ama duit, kalo lampu gak dibayar tagihannya, dll. kalo udah usaha tapi gak dapet apa2 mending pindah deh….masuk akal kalo ada orang yang memilih itu?!
Taruh peta bandung dong!
salam kenal dari http://pcmavrc.wordpress.com
@yonna
Makannya kayak pengusaha2 yang ngembangin DUBAI. Bukan kekuatan politik yang dibangun pertama. Tetapi memantapkan stabilitas ekonomi dahulu. Bak kereta dengan kudanya. Tidak bisa terbalik (kata mereka).
Yah bolehlah awal2 untuk mengumpulkan modal membangun sesuatu di rumah sendiri. Tetapi jangan selamanya jadi abdi mereka. We’know lah kalo udah urusan perut emang susah.
@benbego
OK ntar diusahain cari peta Bandung, sekalian dibuat versi interaktifnya (insya allah)
Kalo ada resource silakan sumbang2 ya
Bandung kembali hijau dengan taman yang beru di renovasi , Bandung greenland, Rock N Roll City. Banyak artis yang dilahirkan di Bandung dengan kreatifitasnya. Bahkan jadi Bandung InVAsion. Banyak Distro dan FO yang buka cabang di Jakarta, Toko Buku berbasis komunitas seperti Baca-baca Book MArt, Tobucil, dan masih banyak lagi. Ulas dong pusat kebudayaan di Bandung, Yang Ciri Kahsa kesundaan dan kekeluargaan. atau kita merambah ke PArahyangan Timur (GArut, Tasikmalaya, Ciamis).
Cari yang serba Unik dan menarik untuk wisatawan Luar NEgeri.
Bandung n Persib
Kota Bandung Sipp lah
Bandung Bangkit !!
@Riyadi
Berminat jadi penulis di sini? Kalo ada tulisan/artikel di sini yang bisa dimuat silakan aja. Klik di ‘Contribute’ di atas.
Kebetulan lagi cari2 penulis blog ini yang bisa ngisiin.
belum hijau….masih banyaknya taman2 proyekan (bikinnya kagak ikhlas…klo bener kenapa bandung utara dibiarin gitu aja?)…ya bolelah distro2 tapi kekhasan indonesia saya yakin ngga cuma distro2an, toh sebenernya itu masih berkiblat ke ‘Barat’.
DIRGAHAYU SANG CAKA!!!
leres teh sa awon-awon na bumi nyalira mah raos…dari pada bumi ageung tapi numpang….walaupun rumpurt tetangga lebih hijau kelihatannya padahal….tepuuu!