Masih ingat salah satu problematika tentang Bandung? Yup bener banget selain geng motor saat ini, beberapa waktu lalu kita juga dihangatkan oleh tragedi bandung lautan sampah.
Begitu banyak perhatian masyarakat dan pemerintahan terhadap sampah. Termasuk penataan kembali TPS Luwi Gajah. Lalu apa yang dilakukan warga Bandung dalam ambil andil memecahkan masalah ini.
“Anti Plastic Bag Campaign” inilah salah satu langkah yang diambil Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB. Penulis sendiri belum melakukan investigasi dan wawancara tentang acara ini, namun berikut adalah cuplikan “Non Plastic Bag Design Competition” yang mereka adakan.
Diperkirakan bahwa 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik dikonsumsi diseluruh dunia setiap tahunnya. Ini berarti hampir mencapai 1 juta kantong plastik per menit!
Bantu kami mengurangi pemakaian kantong plastik dengan mendesain sebuah taspengganti kantong plastik dan dapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp1.000.000 dan trofi dari HMTL ITB.
Desain yang terpilih sebagai pemenang akan diproduksi untuk dijual pada rangkaian acara Anti Plastic Bag Campaign, yaitu:
- ITB Campaign (5, 6, dan 7 Februari 2007)
- Community Campaign Day (9 Februari 2007). Venue : Jl. Dago dan Jl. Ganesha
Yup, ide ini sebenernya udah lama muncul di benak penulis. Mulai dari kegiatan-kegiatan sosial yang penulis adakan bersama teman-teman fosma ESQ Jawa Barat, sampai menjadikan tema ’sampah dan lingkungan’ dalam rangkaian acara Training ESQ untuk BEM se Jawa Barat dan Indonesia sekitarnya, di Paint Forest, Maribaya.
Namun selepas kegiatan-kegiatan tersebut apa andil pribadi yang dapat dilakukan untuk membantu mengentaskan permasalahan ini. Waktu itu ide yang kepikiran adalah melihat begitu banyak sampah plastik yang dihasilkan teman-teman satu kost. Bisa dua ember besar bungkus plastik. Bayangkan saja anak kost setiap makan pasti beli di warung. Dan pasti menggunakan paling tidak sebungkus plastik. Belum termasuk untuk pembelian di warung lain. Satu hari satu orang paling tidak menyumbang 3 sampah plastik untuk makan 3 kali sehari.
Penulis bisa memberikan beberapa tips yang bisa diambil sebagai andil pribadi menganggulangi permasalahan-permasalahan ini:
- Kurangi penggunaan bungkus plastik ketika berbelanja.
Kalau perlu bawalah juga tas sendiri. Apalagi kalau belanjaannya sedikit, misal cuman satu bungkus makanan. Tidak usah malu untuk tidak membawa tanpa plastik asalkan tetap tertutup dari kotoran luar. Lebih memilih bungkus kertas daripada plastik (kresek) karena lebih mudah didaur ulang. Sampai penulis ketika berbelanja di sekitar kost beberapa warung sudah hapal kalau penulis tidak pernah mau menerima plastik. - Kalaupun menggunakan plastik, simpan dan manfaatkan kembali untuk lain hal.
Simpanlah plastik bag dengan rapi agar bisa digunakan lain waktu. Hal ini dapat mengurangi jumlah konsumsi sampah plastik. Atau untuk botol minuman dapat dimanfaatkan untuk hal-hal seperti pot tanaman, tempat pensil dengan terlebih dahulu dimodifikasi dengan beberapa pernak-pernik. Atau kalau malas jadikan saja botol minuman air putih buat bekal ke kampus. Bawa air putih botol isi sendiri ke kampus? gak usah malu! - Buang sampah plastik pada tempat yang menampung sampah plastik.
Sekarang sudah muncul beberapa tempat sampah khusus plastik. Buanglah pada tempat sampah ini. Karena sampah-sampah plastik ini nantinya akan didaur ulang.
Mungkin selain kampanye tersebut, beberapa tips 3 point di atas semoga bisa memberikan masukan untuk diteladani. Pokoknya jadikan kehidupan kita ke depan lebih baik. Make Better Places for the future




Boleh juga pasang badgenya di site kamu. Berhubung gak ada badge yang resmi, jadi bisa juga unduh dari badge yang ada di samping ini.
pake kardus atau kertas coklat kaya di supermarket2 negara bule juga bisa tuh. atau plastik recycled mungkin (bisa didaur ulang gak sih?). atau tas kain juga bisa…kain sintetik murahan gitu gak ngrusak lingkungan ya
@Yonna
He he he ibu2 rumah tangga kayaknya lebih jago nih.
Yup tujuan dari kompetisi ini adalah membuat pengganti plastic bag (kresek). Kalo di luar negeri, aib bagi supermarket kalo ngasih tas belanjaan pake kresek. Terus orang2nya juga malu dan gak mau kalo nerima plastik belanjaan.
Kalo masyarakat indonesia? dari kecil kita udah dididik pake plastik sih buat makanan. Contohnya waktu jajan2 di SD dari siomay, bakso saos, cakue, sampe es mambo semau pake plastik. Dan kalo kerja bakti mungut sampah di sekolah sampah yang paling banyak adalah sampah plastik jajanan ketimbang daun itu sendiri.
Moga2 bisa kita awali di negara kita ini.
iya sih…sampe sekarang saya senang membungkus makanan dengan plastik bening/kiloan….selain praktis juga fleksibel…emang sih menyimpan di tempat kue juga bisa tapi kadang pake plastik lebih praktis dan gak makan tempat…lagian pake plastik cocok dan pas banget buat nyelundupin makanan di resepsi pernikahan misalnya
@Yonna
Ha ha ha kalo gitu kita kampanye ‘mengurangi penggunaan
kresek’ aja ya? Buat nyelundupin di pernikahan? waduh keliatan nih kebiasaannya
Emang sekarang orang mikir praktisnya aja, kalo emang penggunaan tas plastik tidak dapat ditekan sampai batas wajar penggunaan, berarti proses pengelolaan dan pengolahan sampah plastik harus lebih digenjarkan kembali. Misalnya dengan membuatkan tempat sampah rumah tangga khusus plastik dan tempat sampah khusus kertas. Ntar di luar rumah juga harus sudah dipilah biar tukang sampah yang ambil bisa memilah. Kemudian sepakati dengan warga satu RT/RW untuk menjalankan program bersama ini. Jangan lupa bilang ke pengelola dan pengolah sampah plastik bahwa di RT/RW kamu ada sampah plastik/kertas yang sudah dipilah, biar bisa diolah dan didaur ulang. Jadi muternya bisa diolah kembali sampah itu.
@deniar
yah liat medan juga den, kalo selundup menyelundup gitu biasa dilakukan di resepsi keluarga dekat….malah ada yang pake plastik ukuran lebih besar buat nyelundupin gulai, nasi, dll pokoknya makanan yang berat2 gitu
iya karena banyak orang terbiasa dan memilih memakai plastik, mgkn pakai plastik daur ulang gimana bisa ya? cuman koordinasinya itu, meski udah dihimbau ratusan kali tapi warga tetep pake cara lama….cape deh doang akhirnya
@Yonna
ya susah juga kalo buat gerakan massal langsung seperti itu. Terapi aja dulu di diri sendiri, terus coba terapin di keluarga. Bagus lagi kalo bisa jadi inspirasi seRT/RW, kemudian sepakati untuk mengadakan gerakan ini.
Menurut infomasi yang pernah aku denger, udah ada RT/RW teladan yang menerapkan hal seperti ini. Tetapi mereka menerapkan pengolahan sampah rumah tangga untuk dijadikan kompos. Mereka melakukannya di rumah masing-masing
Ayo kita jadi inspirator kebaikan di lingkungan sekitar!
[...] [...]
Very interesting indeed. i am hoping if we could communicate by email in person cos i am planning to launch a nationwide stop using plastic campaign. i am hoping to get the support of the government and a corporation. if possible, it would be great if we can tag along universities. btw, i spoke to one of ITB lecturers in the UNFCC seminar bali re the research efforts by ITB students that have difficulties in the funding from UNDP. could you enlighten me regarding the matter please? thank you
am looking forward to hear from you soon.
@Irene
Hello Irene, i’m not the person in charge about this campaign that held by ITB. I just writing my opinion about this campaign.
I’ve called one of my friend that school at there, his name is Krisna. I though he has good relationship with the ITB students. I’ve told him about this, I hope he can contact you soon.
Please to know You Irene. And feel comfort in our beloved country.
Uhmm,,, kami juga punya sebuah komunitas kecil bernama gengantikresek ->> http://gengantikresek.wordpress.com/ ,,domisili::Jogja, punya kegiatan yang hampir sama sama temen2 dari itb,, cuma bedanya mungkin kalo kami membagikan tas-tas belanja secara gratis kepada khalayak publik yang duitnya berasal dari sumber2sumber dana donasi gitu. ummm ….
sapa tau kita bisa kolaborasi dalam berkegiatan??
thx;)
ehm, titip pesen aja… coba tolong kampanye ini disampein ke carrefour deh. mungkin mereka bisa mendukung kampanye ini.
ahahakahkahkahakkk!
Niat kampanyenya sudah bagus namun tidak menyentuh arah kebijakan yang harus diambil pemerintah dalam memerangi produksi sampah plastik.
Kampanye juga seharusnya ditujukan untuk menuntut pemerintah agar mewajibkan produsen kantong plastik melakukan daur ulang dan inovasi produk yang lebih ekologis.
Dari sisi acara, meski cukup rame tapi kurang greget. Perlu sentuhan yang lebih kritis dalam memperlihatkan dampak plastik di masa depan.Lebih militan lah
Bravo untuk kawan2 ITB, Walhi dan stakeholder lain..!
Aduh pokoknya Bandung mah… panineungan sim kuring…
ikut mandukung antiplastik…
Memang harus kita galakan pmakaian kantong kertas teh…
jangan hanya sebatas bungkus pisang goreng pikul… tapi untuk bungkus yang lainnya lagi…