Feeds:
Tulisan
Komentar

Bunga Bangkai di Bandung

Yup, ga salah lagi.. peristiwa ini memang menghebohkan warga Bandung yang menyaksikan sendiri bunga tersebut. Bunga ini tumbuh di salah satu pekarangan rumah murid SD Batununggal III kota Bandung. Diameternya mencapi 25 cm dan tingginya kurang lebih 20 cm. Dan bunga ini juga mengeluarkan bau tak sedap (bau bangkai) persis seperti bunga bangkai.

Apakah benar ini bunga bangkai? Kok bisa ada di Bandung yah? Pertanyaan ini juga membuat guru2 dari murid SD tadi kebingunan.. berita selengkapnya dapat juga dibaca di http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/112007/24/0209.htm

Kampanye Anti Plastik

Anti Plastic BagMasih ingat salah satu problematika tentang Bandung? Yup bener banget selain geng motor saat ini, beberapa waktu lalu kita juga dihangatkan oleh tragedi bandung lautan sampah.

Begitu banyak perhatian masyarakat dan pemerintahan terhadap sampah. Termasuk penataan kembali TPS Luwi Gajah. Lalu apa yang dilakukan warga Bandung dalam ambil andil memecahkan masalah ini.

Anti Plastic Bag Campaign” inilah salah satu langkah yang diambil Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB. Penulis sendiri belum melakukan investigasi dan wawancara tentang acara ini, namun berikut adalah cuplikan “Non Plastic Bag Design Competition” yang mereka adakan.

Diperkirakan bahwa 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik dikonsumsi diseluruh dunia setiap tahunnya. Ini berarti hampir mencapai 1 juta kantong plastik per menit!

Bantu kami mengurangi pemakaian kantong plastik dengan mendesain sebuah taspengganti kantong plastik dan dapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp1.000.000 dan trofi dari HMTL ITB.

Desain yang terpilih sebagai pemenang akan diproduksi untuk dijual pada rangkaian acara Anti Plastic Bag Campaign, yaitu:

  1. ITB Campaign (5, 6, dan 7 Februari 2007)
  2. Community Campaign Day (9 Februari 2007). Venue : Jl. Dago dan Jl. Ganesha

Yup, ide ini sebenernya udah lama muncul di benak penulis. Mulai dari kegiatan-kegiatan sosial yang penulis adakan bersama teman-teman fosma ESQ Jawa Barat, sampai menjadikan tema ’sampah dan lingkungan’ dalam rangkaian acara Training ESQ untuk BEM se Jawa Barat dan Indonesia sekitarnya, di Paint Forest, Maribaya.

Namun selepas kegiatan-kegiatan tersebut apa andil pribadi yang dapat dilakukan untuk membantu mengentaskan permasalahan ini. Waktu itu ide yang kepikiran adalah melihat begitu banyak sampah plastik yang dihasilkan teman-teman satu kost. Bisa dua ember besar bungkus plastik. Bayangkan saja anak kost setiap makan pasti beli di warung. Dan pasti menggunakan paling tidak sebungkus plastik. Belum termasuk untuk pembelian di warung lain. Satu hari satu orang paling tidak menyumbang 3 sampah plastik untuk makan 3 kali sehari.

Penulis bisa memberikan beberapa tips yang bisa diambil sebagai andil pribadi menganggulangi permasalahan-permasalahan ini:

  1. Kurangi penggunaan bungkus plastik ketika berbelanja.
    Kalau perlu bawalah juga tas sendiri. Apalagi kalau belanjaannya sedikit, misal cuman satu bungkus makanan. Tidak usah malu untuk tidak membawa tanpa plastik asalkan tetap tertutup dari kotoran luar. Lebih memilih bungkus kertas daripada plastik (kresek) karena lebih mudah didaur ulang. Sampai penulis ketika berbelanja di sekitar kost beberapa warung sudah hapal kalau penulis tidak pernah mau menerima plastik.
  2. Kalaupun menggunakan plastik, simpan dan manfaatkan kembali untuk lain hal.
    Simpanlah plastik bag dengan rapi agar bisa digunakan lain waktu. Hal ini dapat mengurangi jumlah konsumsi sampah plastik. Atau untuk botol minuman dapat dimanfaatkan untuk hal-hal seperti pot tanaman, tempat pensil dengan terlebih dahulu dimodifikasi dengan beberapa pernak-pernik. Atau kalau malas jadikan saja botol minuman air putih buat bekal ke kampus. Bawa air putih botol isi sendiri ke kampus? gak usah malu!
  3. Buang sampah plastik pada tempat yang menampung sampah plastik.
    Sekarang sudah muncul beberapa tempat sampah khusus plastik. Buanglah pada tempat sampah ini. Karena sampah-sampah plastik ini nantinya akan didaur ulang.

Mungkin selain kampanye tersebut, beberapa tips 3 point di atas semoga bisa memberikan masukan untuk diteladani. Pokoknya jadikan kehidupan kita ke depan lebih baik. Make Better Places for the future

Geng Motor oh Geng Motor

Setiap daerah punya cerita sendiri tentang hal-hal yang meresahkan warganya. Dari Letusan Gunung Berapi, banjir, sampai aliran sesat. Bandung kali ini punya cerita tersendiri. Yaitu masalah geng motor.

Fenomena keresahan warga Bandung terhadap geng motor saat ini sedang panas-panasnya. Sebenarnya geng motor ini sudah lama muncul di Bandung, sering kali keresahan ini pasang surut. Namun kali ini sepertinya sudah mencapai klimaksnya.

Apa yang diperbuat oleh geng motor? Awalnya geng-geng motor ini berawal dari sekumpulan remaja yang hobi dengan motor dan beberapa dengan aksi ngebutnya. Namun makin lama sepak terjang dari beberapa geng motor ini semakin bringas. Tindakan geng motor yang mengarah ke premanisme inilah yang mencemaskan warga Bandung. Beberapa teman dari penulis pernah menjadi korban dari tindakan geng motor ini. Beberapa dari aksi mereka mengarah ke tindakan kriminal, mulai dari menjambret sampai tawuran terhadap antara geng motor itu sendiri. Beberapa berita juga mengatakan geng motor yang terlibat tindak kriminal ini mengadakan penyerangan ke tempat umum seperti swalayan.

Yang lebih dicemaskan lagi geng motor ini beranggotakan remaja yang masih berada di tingkat pendidikan SMP dan SMA. Namun mereka sudah berani melakukan tindakan-tindakan yang bringas. Mau dikemanakan masa depan remaja-remaja tersebut?

Mungkin sebagian mereka berpikir, ah ini hanyalah kenakalan remaja yang wajar kerap dilakukan seperti remaja-remaja lain seumuran mereka namun dalam bentuk yang berbeda. Dan mereka berpikir akan ada saatnya bagi mereka untuk berhenti dari sini, tapi untuk sementara mumpung masih muda, selama masih bisa unjuk kekuatan. Toh nanti ada masanya mereka keluar.

Paradigma berpikir yang salah menurut penulis. Memang masa remaja adalah masanya pencarian jati diri dan eksistensi diri. Tindakan yang diambil di masa-masa tersebut rawan dengan pengaruh luar dan emosi belaka.

Tidakkah kita semua tahu, bahwa kebiasaan yang kita lakukan akan menjadi karakter kita semua. Dan inilah yang akan menjadi budaya di kalangan remaja Bandung. Bahkan disebutkan di berbagai media, bahwa untuk menjadi anggota geng motor ini harus berani melawan polisi, berani bertarung (berkelahi) untuk melawan geng lain, dan tak jarang pula ditemukan sangkut paut dengan penyalahgunaan narkoba di kalangan mereka.

Hal ini rawan sekali, bila masa muda mereka dilibatkan dalam tindakan-tindakan yang brutal dan bringas, maka efeknya akan menjadi karakter mereka ketika mereka dewasa. Dan berbahaya ke depannya bagi budaya (karakter) masyarakat Bandung. Geng motor yang diliputi dengan susasan brutal dan bringas bukanlah tempat yang sesuai untuk pencarian jati diri. Eksistensi Diri yang sementara ini akah hilang. Mau dikemanakan jati diri pemuda Bandung?

Semoga kita semua bersama bisa memberantas tindakan brutal dan bringas serta hal-hal negatif yang mencengkerami pemuda Bandung. Walau penulis tidak mengatakan semua geng motor itu jelek, ayo bersama kita berantas dan jaga diri dari setiap tindakan yang merusak diri dan masyarakat di manapun.

Bandung dan Reklame

Udah ga aneh klo makin hari Bandung makin sumpek. Kendaraan makin banyak
(tapi jalan keneh-keneh wae), penduduknya makin banyak,
perumahannya makin padat, mall-nya nambah terus, dan tidak lupa
menjamurnya reklame.

Nah, poin terakhir ini yang pengen gw bahas. Coba deh temen-temen
perhatiin setiap persimpangan jalan di Bandung (terutama jalan2 besar),
pasti ada aja reklame di sana. Mulai dari spanduk-spanduk kecil ampe
billboard-billboard segede gaban, mulai dari iklan produk ampe iklan
parpol. Dan rasanya, klo gw perhatiin reklame-reklame ini makin lama makin
parah aja keberadaanya, jumlahnya makin banyak aja. Yang jadi masalah,
mending klo penempatan reklamenya bagus dan enak diliat, tapi yang gw
perhatiin sih malah sebaliknya. Di beberapa persimpangan sering gw liat
banyak banget reklame numpuk disatu titik, dan jadinya malah ga karuan.
Pernah juga gw liat kuda-kuda penyangga baliho yang makan tempat di
trotoar.

Fenomena reklame ini menurut gw bikin Bandung jadi ga cantik lagi.
Sebenernya ada ga y regulasi yang ngatur tentang pe-reklame-an ini?

by arya (www.lazydayz.co.nr )

Setelah kuliah, punya grade tinggi, apalagi lulusan universitas terkenal layaknya ITB, UI, UGM, dan STT Telkom. Abis itu mau kemana? Kepikir ngelanjutin untuk kuliah S2 di luar negeri, kalo udah gitu berarti biar gak nurunin gengsi kerjanya musti di luar negeri juga donk. Atau bekerja di perusahaan milik asing.

Sambil mikir-mikir merencanakan masa depan, abis ini mau ke mana. Browsing2 di internet cari lamaran kerja atau beasiswa. Tiba-tiba dari Winamp terdengar lagu “Rumah Kita“. Jadi sejenak terpaku menghayati syair baris demi baris lagu ini.

Lebih baik di sini, rumah kita sendiri

Langsung terbesit sedih, banyak juga teman-teman yang udah lulus (dengan kriteria di atas) bekerja di perusahaan asing, atau tak banyak yang bekerja di luar negeri. Bahkan dengan bangganya sambil menyebutkan banyaknya sallary yang diterima. Gak jarang juga dalam jumlah dollar. Lanjut Baca »

Badge Warga iLoveBandung

Sebagai blogger dari Bandung, jangan lupa ya pasang juga badge ‘warga iLoveBandung‘. Terutama para contributor dan pembaca blog ini.

Warga iLoveBandung

kode:

<a href="http://ilovebandung.wordpress.com" title="Warga iLoveBandung"><img src="http://ilovebandung.files.wordpress.com/2007/10/iconilovebandung.png" alt="Warga iLoveBandung" /></a>

Berbeda di bulan Puasa

Semoga belum terlambat untuk membahas tentang bulan Puasa. Hari ini penulis jalan-jalan ke salah satu pusat kota di Bandung. Sembari berbelanja baju lebaran dan sedikit menghibur diri dari kepenatan kuliah dan skripsi, terbesit ide untuk menulis tulisan ini.

Apa aja yang berbeda di bulan Puasa?

Jelaslah kondisi umat muslim saat ini pada saat yang sebaik-baiknya. Mengapa? Ada beberapa alasan diantaranya:

  • Umat muslim (termasuk yang mengaku dirinya muslim) berpuasa. Dari ustad, alim ulama, orang biasa, sampai yang tidak pernah shalat pun puasa. Entah mengapa bahkan puasa mereka full (tidak bolong) walaupun shalat wajib mereka ompong.
  • Masjid semakin ramai, entah mengapa. Apa karena ada dorongan untuk melakukan shalat sunah tarawih, ataukah mengantri mendapatkan tajil (makanan kecil untuk berbuka) gratis dari masjid. Tanya Kenapa?
  • Baru kali ini semua umat muslim di Bandung menunggu dan memperhatikan adzan maghrib. Rasanya rindu bertemu dengan adzan maghrib. Ataukah karena tak kuasa menahan perut yang udah keroncongan? Dan fenomena di Indonesia, Adzan Maghrib menjadi acara televisi dengan rating paling tinggi bulan itu, dibandingkan dengan acara Empat Mata mas Tukul.
  • Majelis-majelis taklim semakin banyak dan ramai. Baguslah, pencarahan hati dan iman bertambah. Setidaknya bertambah orang-orang yang tersadarkan. Semoga mampu juga mengimbangi orang-orang yang terlena
  • Hampir semua umat muslim menampilkan busana terbaik mereka di bulan Ramadhan ini. Baju -baju setidaknya mulai agak tertutup dari biasanya. Para SPG juga mulai pakai pakaian yang rada sopan. Dan serentak pada bulan Ramadhan Hari Raya, semua menampilkan busana terbaik mereka. Baju muslim ataupun yang bernuansa muslim menjadi mode pasti pada bulan ini. Walaupun tidak semua seberuntung mereka mendapatkan pakaian baru di Hari Raya ini.
  • Semua orang saling meminta maaf dan memaafkan, Subhanallah membayangkan Bandung dan Indonesia yang damai dan penuh maaf. Semoga tidak hanya hari itu saja. Ataukah hanya sebuah rutinitas tiap tahun saling mengirim SMS mohon maaf, Itupun forward. Berlomba-lomba merangkai kata-kata indah dan terbaik, namun penyakit hati ini ternyata masih memiliki episode berlanjut setelah lebaran.
  • Orang tua dan keluarga adalah yang paling dirindukan, yang mungkin selama ini teracuhkan karena kesibukan mungkin. Lebih care terhadap sanak saudara. Bahkan tidak kurang rindu pada amal-amalan sendiri.

Semoga kondisi ini bisa dipahami dengan lebih hikmat. Dan kita semua bisa memaknai Ramadhan kali ini lebih baik serta menjalaninya dengan penuh hikmat pula. Mohon maaf bila ada salah kata yang bermaksud maupun tanpa maksud menyinggung perasaan. Minal Aidzin wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir Batin.

Kuliner Bebek di Bandung

Bulan Puasa gini, paling seru berbuka sambil jelajah-jelajah kuliner. Mendapat inspirasi dari tulisan makan bebek di bandung, penulis terinspirasi untuk berbagi pengalaman makan bermacam warung bebek di Bandung.

Lokasi Kuliner Bebek

Sama dengan yang dikatakan artikel di sini, penulis menambahkan menjadi 4 warung yang patut dicoba. Nah seperti apa sih, mari kita kupas satu per satu. Lanjut Baca »

Kemaren penulis menulis artikel 3 kata tentang bandung dan mendapatkan banyak komentar dari pembaca. Nah sekarang kita coba lihat apa kata Search Engine Blog tentang Bandung.

Penulis mencoba 2 search engine terkenal yaitu Google Blog Search Engine dan blogsearchengine.com. Penulis coba masukkan keyword “Bandung”. Dan inilah hasilnya

Google Blog Search Engine

Blog Search Engine

 

 

 

 

Hasil pencarian pada Search Engine

 

Kalau kita lihat dari hasil pencarian menurut Google Blog Search Engine maka yang banyak ditemui adalah tentang pariwisata Bandung. Top ten banyak dimiliki kategori tentang pariwisata di Bandung. Namun sayangnya hasil yang keluar banyak blog berasal dari non-Indonesia.

Sedangkan hasil dari blogsearchengine.com kebanyakan hasilnya tentang sex dan perilakunya di Bandung. Dan semua hasil pencarian di search engine tersebut adalah blog berbahasa Indonesia. Ada apa ini?

Bukan bermaksud membandingkan mana yang database blognya paling lengkap, namun hasil pencarian dari blogsearchengine.com adalah sebuah fenomena yang (jujur) kita rasakan sendiri juga. Tanpa bermaksud men-generalisir, hal ini bisa dijadikan bahan perbincangan yang menarik.

ChikaPara netter mania, terutama yang juga banyak kenal tentang dunia malam dan dunia hiburan ini pasti tahu tentang “Chika”. Yup, salah satu artis terkenal Bandung, yang tidak pernah dimuat di media apapun selain internet. Trayeknya saja sudah Bandung-Jakarat. Kalau yang tahu pasti tersenyum :)

Fenomena Bandung dan Chika, (tanpa bermaksud men-generalisir) menggambarkan perilaku pergaulan di Bandung. Sebesar apakah pengaruh pergaulan bebas (free sex dll) di Bandung ini? Ke mana etika dan moral sebagai orang Sunda yang berbudaya? Mari kita bahas bersama.

Plat B di Bandung

Weekend ini penulis jalan2 ke beberapa pusat keramaian (kalo weekend) di Bandung. Bandung, kalo udah weekend gini terasa padat dan macet diamana-mana. Belum lagi kalo musim liburan. Banyak mobil dari luar kota bertengger di parkiran2 pusat keramaian dari Cibaduyut, Cihampelas, sampe FO2 (Factory OUtlet) mulai dari Riau sampe Dago. Gak ketinggalan pula jalan yang ke arah Lembang sono.

images.jpgDan herannya, kebanyakan adalah ber-plat B. Kenapa orang Jakarta suka menghabiskan weekend ke Bandung? Ada beberapa hal yang mendukung. Semenjak jadinya tol Cipularang (Bandung-Jakarta) orang Jakartas sendiri lebih gampang ke Bandung. Bahkan beberapa dari mereka bilang “Mending gw jalan-jalan ke Bandung daripada jalan-jalan ke Jakarta sendiri”. Emang kalo diliat dari lamanya perjalanan ke Bandung ama di Jakarta sendiri (plus macet) orang Jakarta lebih suka jalan ke Bandung. Secara Bandung lebih sejuk dan enak buat jalan utawa nongkrong. Bahkan ada yang sengaja ke Bandung cuman sekedar baca buku n nongkrong di kafe Bandug.

Orang Bandung jadi sebel sendiri, kalo gitu sekarang kita wisatanya kemana? Abisnya tiap sabtu minggu dipenuhi ama kendaraan-kendaraan dari luar kota.

Nah temen-temen gimana pendapatnya tentang Bandung yang semakin lama semakin padat ini?

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »