Feeds:
Pos
Komentar

Hidup manusia memang gak bisa terlepas dari keduanya, plastik dan kertas. Well mau minta pendapat dari warga iLoveBandung nih. Kira-kira mendingan mana sampah plastik atau sampah kertas?

Tahu Balado Brintiiik

Musim hujan dan dingin-dingin begini paling enak makan yang hangat-hangat dan mak nyus. Di kala menikmati sore yang hampir tiap kali hujan gini paling pas emang makan Tahu Sumedang. Mungkin udah bosen makan Tahu Sumedang, bisa incipin yang lebih maknyus lagi, Tahu Balado Brintiiik

Apa bedanya dengan tahu biasa? Kalau dilihat dari ukurannya gak jauh beda. Tahu ini dilengkapi dengan saos balado luar dan dalam. Dalam? ya, ketika temen-temen menggigit tahu ini yang panas sambil mangap-mangap kepanasan, langsung lumer saos balado yang terletak di tengah2 dalam tahunya. Jadi sensai lumer dan panas didapatkan, mak nyus pokoknya. Saosnya luar dalam dan sensasinya di lidah yang bikin tahu ini jadi nikmat. Kalau sahabat iLoveBandung suka, bisa tambah mayonaise sebagai pelengkap. Lidah Anda tak akan menipu

Tahu ini bisa didapetin, di gang menuju tempat parkir Gramedia depan BIP. Jadi di gang kalo temen-temen nyebrang dari BIP mau ke BEC.

Harganya gak mahal, cuman 5000 perak bisa menikmati sensasi pedas-manis-panas-dan lumeran saos sekotak tahu. Salah satu jajanan yang wajib sahabat iLoveBandung cicipin

Badai di Bandung

Saya baca koran Pikiran Rakyat hari ini, dan betapa saya kaget ketiga membaca rubrik Bandung Raya.. ternyata Bandung akan dilanda hujan berkepanjangan..

Warga Bandung diminta mewaspadai kehadiran intertropical convergence tune yang diprakirakan terjadi pada 22 Desember 2007. Gejala alam ini merupakan bertemunya angin dari berbagai arah sehingga menimbulkan awan sangat tebal yang berpotensi menimbulkan turunnya hujan lebat dalam waktu lama.

Tingginya curah hujan pada tanggal tersebut belum bisa dipastikan.. hujan yang beberapa hari kemarin saja curah hujan-nya sudah cukup tinggi. Apalagi tanggal 22 Desember nanti…

Hujan lebat dan panjang itu bisa terjadi karena badai yang terjadi di belahan bumi utara sudah melemah. Saat ada badai, tidak terjadi hujan di belahan selatan katulistiwa karena semua awan tersedot ke sana.

“Saat badai melemah, timbul tekanan rendah di wilayah Sumatra yang terjadi dua-tiga hari lalu. Itu punya pengaruh kuat pada intensitas hujan di Jawa,” katanya. Lanjut Baca »

Bunga Bangkai di Bandung

Yup, ga salah lagi.. peristiwa ini memang menghebohkan warga Bandung yang menyaksikan sendiri bunga tersebut. Bunga ini tumbuh di salah satu pekarangan rumah murid SD Batununggal III kota Bandung. Diameternya mencapi 25 cm dan tingginya kurang lebih 20 cm. Dan bunga ini juga mengeluarkan bau tak sedap (bau bangkai) persis seperti bunga bangkai.

Apakah benar ini bunga bangkai? Kok bisa ada di Bandung yah? Pertanyaan ini juga membuat guru2 dari murid SD tadi kebingunan.. berita selengkapnya dapat juga dibaca di http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/112007/24/0209.htm

Kampanye Anti Plastik

Anti Plastic BagMasih ingat salah satu problematika tentang Bandung? Yup bener banget selain geng motor saat ini, beberapa waktu lalu kita juga dihangatkan oleh tragedi bandung lautan sampah.

Begitu banyak perhatian masyarakat dan pemerintahan terhadap sampah. Termasuk penataan kembali TPS Luwi Gajah. Lalu apa yang dilakukan warga Bandung dalam ambil andil memecahkan masalah ini.

Anti Plastic Bag Campaign” inilah salah satu langkah yang diambil Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB. Penulis sendiri belum melakukan investigasi dan wawancara tentang acara ini, namun berikut adalah cuplikan “Non Plastic Bag Design Competition” yang mereka adakan.

Diperkirakan bahwa 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik dikonsumsi diseluruh dunia setiap tahunnya. Ini berarti hampir mencapai 1 juta kantong plastik per menit!

Bantu kami mengurangi pemakaian kantong plastik dengan mendesain sebuah taspengganti kantong plastik dan dapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp1.000.000 dan trofi dari HMTL ITB.

Desain yang terpilih sebagai pemenang akan diproduksi untuk dijual pada rangkaian acara Anti Plastic Bag Campaign, yaitu:

  1. ITB Campaign (5, 6, dan 7 Februari 2007)
  2. Community Campaign Day (9 Februari 2007). Venue : Jl. Dago dan Jl. Ganesha

Yup, ide ini sebenernya udah lama muncul di benak penulis. Mulai dari kegiatan-kegiatan sosial yang penulis adakan bersama teman-teman fosma ESQ Jawa Barat, sampai menjadikan tema ‘sampah dan lingkungan’ dalam rangkaian acara Training ESQ untuk BEM se Jawa Barat dan Indonesia sekitarnya, di Paint Forest, Maribaya.

Namun selepas kegiatan-kegiatan tersebut apa andil pribadi yang dapat dilakukan untuk membantu mengentaskan permasalahan ini. Waktu itu ide yang kepikiran adalah melihat begitu banyak sampah plastik yang dihasilkan teman-teman satu kost. Bisa dua ember besar bungkus plastik. Bayangkan saja anak kost setiap makan pasti beli di warung. Dan pasti menggunakan paling tidak sebungkus plastik. Belum termasuk untuk pembelian di warung lain. Satu hari satu orang paling tidak menyumbang 3 sampah plastik untuk makan 3 kali sehari.

Penulis bisa memberikan beberapa tips yang bisa diambil sebagai andil pribadi menganggulangi permasalahan-permasalahan ini:

  1. Kurangi penggunaan bungkus plastik ketika berbelanja.
    Kalau perlu bawalah juga tas sendiri. Apalagi kalau belanjaannya sedikit, misal cuman satu bungkus makanan. Tidak usah malu untuk tidak membawa tanpa plastik asalkan tetap tertutup dari kotoran luar. Lebih memilih bungkus kertas daripada plastik (kresek) karena lebih mudah didaur ulang. Sampai penulis ketika berbelanja di sekitar kost beberapa warung sudah hapal kalau penulis tidak pernah mau menerima plastik.
  2. Kalaupun menggunakan plastik, simpan dan manfaatkan kembali untuk lain hal.
    Simpanlah plastik bag dengan rapi agar bisa digunakan lain waktu. Hal ini dapat mengurangi jumlah konsumsi sampah plastik. Atau untuk botol minuman dapat dimanfaatkan untuk hal-hal seperti pot tanaman, tempat pensil dengan terlebih dahulu dimodifikasi dengan beberapa pernak-pernik. Atau kalau malas jadikan saja botol minuman air putih buat bekal ke kampus. Bawa air putih botol isi sendiri ke kampus? gak usah malu!
  3. Buang sampah plastik pada tempat yang menampung sampah plastik.
    Sekarang sudah muncul beberapa tempat sampah khusus plastik. Buanglah pada tempat sampah ini. Karena sampah-sampah plastik ini nantinya akan didaur ulang.

Mungkin selain kampanye tersebut, beberapa tips 3 point di atas semoga bisa memberikan masukan untuk diteladani. Pokoknya jadikan kehidupan kita ke depan lebih baik. Make Better Places for the future

Geng Motor oh Geng Motor

Setiap daerah punya cerita sendiri tentang hal-hal yang meresahkan warganya. Dari Letusan Gunung Berapi, banjir, sampai aliran sesat. Bandung kali ini punya cerita tersendiri. Yaitu masalah geng motor.

Fenomena keresahan warga Bandung terhadap geng motor saat ini sedang panas-panasnya. Sebenarnya geng motor ini sudah lama muncul di Bandung, sering kali keresahan ini pasang surut. Namun kali ini sepertinya sudah mencapai klimaksnya.

Apa yang diperbuat oleh geng motor? Awalnya geng-geng motor ini berawal dari sekumpulan remaja yang hobi dengan motor dan beberapa dengan aksi ngebutnya. Namun makin lama sepak terjang dari beberapa geng motor ini semakin bringas. Tindakan geng motor yang mengarah ke premanisme inilah yang mencemaskan warga Bandung. Beberapa teman dari penulis pernah menjadi korban dari tindakan geng motor ini. Beberapa dari aksi mereka mengarah ke tindakan kriminal, mulai dari menjambret sampai tawuran terhadap antara geng motor itu sendiri. Beberapa berita juga mengatakan geng motor yang terlibat tindak kriminal ini mengadakan penyerangan ke tempat umum seperti swalayan.

Yang lebih dicemaskan lagi geng motor ini beranggotakan remaja yang masih berada di tingkat pendidikan SMP dan SMA. Namun mereka sudah berani melakukan tindakan-tindakan yang bringas. Mau dikemanakan masa depan remaja-remaja tersebut?

Mungkin sebagian mereka berpikir, ah ini hanyalah kenakalan remaja yang wajar kerap dilakukan seperti remaja-remaja lain seumuran mereka namun dalam bentuk yang berbeda. Dan mereka berpikir akan ada saatnya bagi mereka untuk berhenti dari sini, tapi untuk sementara mumpung masih muda, selama masih bisa unjuk kekuatan. Toh nanti ada masanya mereka keluar.

Paradigma berpikir yang salah menurut penulis. Memang masa remaja adalah masanya pencarian jati diri dan eksistensi diri. Tindakan yang diambil di masa-masa tersebut rawan dengan pengaruh luar dan emosi belaka.

Tidakkah kita semua tahu, bahwa kebiasaan yang kita lakukan akan menjadi karakter kita semua. Dan inilah yang akan menjadi budaya di kalangan remaja Bandung. Bahkan disebutkan di berbagai media, bahwa untuk menjadi anggota geng motor ini harus berani melawan polisi, berani bertarung (berkelahi) untuk melawan geng lain, dan tak jarang pula ditemukan sangkut paut dengan penyalahgunaan narkoba di kalangan mereka.

Hal ini rawan sekali, bila masa muda mereka dilibatkan dalam tindakan-tindakan yang brutal dan bringas, maka efeknya akan menjadi karakter mereka ketika mereka dewasa. Dan berbahaya ke depannya bagi budaya (karakter) masyarakat Bandung. Geng motor yang diliputi dengan susasan brutal dan bringas bukanlah tempat yang sesuai untuk pencarian jati diri. Eksistensi Diri yang sementara ini akah hilang. Mau dikemanakan jati diri pemuda Bandung?

Semoga kita semua bersama bisa memberantas tindakan brutal dan bringas serta hal-hal negatif yang mencengkerami pemuda Bandung. Walau penulis tidak mengatakan semua geng motor itu jelek, ayo bersama kita berantas dan jaga diri dari setiap tindakan yang merusak diri dan masyarakat di manapun.

Bandung dan Reklame

Udah ga aneh klo makin hari Bandung makin sumpek. Kendaraan makin banyak
(tapi jalan keneh-keneh wae), penduduknya makin banyak,
perumahannya makin padat, mall-nya nambah terus, dan tidak lupa
menjamurnya reklame.

Nah, poin terakhir ini yang pengen gw bahas. Coba deh temen-temen
perhatiin setiap persimpangan jalan di Bandung (terutama jalan2 besar),
pasti ada aja reklame di sana. Mulai dari spanduk-spanduk kecil ampe
billboard-billboard segede gaban, mulai dari iklan produk ampe iklan
parpol. Dan rasanya, klo gw perhatiin reklame-reklame ini makin lama makin
parah aja keberadaanya, jumlahnya makin banyak aja. Yang jadi masalah,
mending klo penempatan reklamenya bagus dan enak diliat, tapi yang gw
perhatiin sih malah sebaliknya. Di beberapa persimpangan sering gw liat
banyak banget reklame numpuk disatu titik, dan jadinya malah ga karuan.
Pernah juga gw liat kuda-kuda penyangga baliho yang makan tempat di
trotoar.

Fenomena reklame ini menurut gw bikin Bandung jadi ga cantik lagi.
Sebenernya ada ga y regulasi yang ngatur tentang pe-reklame-an ini?

by arya (www.lazydayz.co.nr )