Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘lebaran’

Berbeda di bulan Puasa

Semoga belum terlambat untuk membahas tentang bulan Puasa. Hari ini penulis jalan-jalan ke salah satu pusat kota di Bandung. Sembari berbelanja baju lebaran dan sedikit menghibur diri dari kepenatan kuliah dan skripsi, terbesit ide untuk menulis tulisan ini.

Apa aja yang berbeda di bulan Puasa?

Jelaslah kondisi umat muslim saat ini pada saat yang sebaik-baiknya. Mengapa? Ada beberapa alasan diantaranya:

  • Umat muslim (termasuk yang mengaku dirinya muslim) berpuasa. Dari ustad, alim ulama, orang biasa, sampai yang tidak pernah shalat pun puasa. Entah mengapa bahkan puasa mereka full (tidak bolong) walaupun shalat wajib mereka ompong.
  • Masjid semakin ramai, entah mengapa. Apa karena ada dorongan untuk melakukan shalat sunah tarawih, ataukah mengantri mendapatkan tajil (makanan kecil untuk berbuka) gratis dari masjid. Tanya Kenapa?
  • Baru kali ini semua umat muslim di Bandung menunggu dan memperhatikan adzan maghrib. Rasanya rindu bertemu dengan adzan maghrib. Ataukah karena tak kuasa menahan perut yang udah keroncongan? Dan fenomena di Indonesia, Adzan Maghrib menjadi acara televisi dengan rating paling tinggi bulan itu, dibandingkan dengan acara Empat Mata mas Tukul.
  • Majelis-majelis taklim semakin banyak dan ramai. Baguslah, pencarahan hati dan iman bertambah. Setidaknya bertambah orang-orang yang tersadarkan. Semoga mampu juga mengimbangi orang-orang yang terlena
  • Hampir semua umat muslim menampilkan busana terbaik mereka di bulan Ramadhan ini. Baju -baju setidaknya mulai agak tertutup dari biasanya. Para SPG juga mulai pakai pakaian yang rada sopan. Dan serentak pada bulan Ramadhan Hari Raya, semua menampilkan busana terbaik mereka. Baju muslim ataupun yang bernuansa muslim menjadi mode pasti pada bulan ini. Walaupun tidak semua seberuntung mereka mendapatkan pakaian baru di Hari Raya ini.
  • Semua orang saling meminta maaf dan memaafkan, Subhanallah membayangkan Bandung dan Indonesia yang damai dan penuh maaf. Semoga tidak hanya hari itu saja. Ataukah hanya sebuah rutinitas tiap tahun saling mengirim SMS mohon maaf, Itupun forward. Berlomba-lomba merangkai kata-kata indah dan terbaik, namun penyakit hati ini ternyata masih memiliki episode berlanjut setelah lebaran.
  • Orang tua dan keluarga adalah yang paling dirindukan, yang mungkin selama ini teracuhkan karena kesibukan mungkin. Lebih care terhadap sanak saudara. Bahkan tidak kurang rindu pada amal-amalan sendiri.

Semoga kondisi ini bisa dipahami dengan lebih hikmat. Dan kita semua bisa memaknai Ramadhan kali ini lebih baik serta menjalaninya dengan penuh hikmat pula. Mohon maaf bila ada salah kata yang bermaksud maupun tanpa maksud menyinggung perasaan. Minal Aidzin wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir Batin.

Read Full Post »